Inilah Materi Penginderaan Jauh

Pengertian Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh ialah ilmu dan seni untuk mendapat info perihal obyek, tempat, atau gejala dengan jalan mengkaji data yang didapatkan dengan menerapkan alat tanpa kontak langsung kepada obyek, tempat, atau gejala yang dianalisa (Lillesand and Kiefer, 1979). Sedang berdasarkan Lindgren, Penginderaan jauh ialah berjenis-jenis teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analitik  info perihal bumi. Informasi tersebut khusus berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi.
Penginderaan jauh ialah kesibukan penyadapan info perihal obyek atau gejala di permukaan bumi (atau permukaan bumi) tanpa via kontak langsung. Sebab tanpa kontak langsung, diperlukan media supaya obyek atau gejala tersebut dapat diperhatikan dan ‘didekati’ oleh si penafsir. Media ini berupa citra (image atau gambar).

Citra ialah ilustrasi rekaman suatu obyek (umumnya berupa ilustrasi pada foto) yang dibuahkan dengan sistem optik, elektro-optik, optik mekanik, atau elektronik. Pada umumnya ia diaplikasikan jikalau radiasi elektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan dari suatu obyek tidak langsung direkam pada film. Citra dihasilkan dari sensor yang dipasang pada wahana

Penginderaan Jauh Menurut Para Ahli

Berikut dibawah ini terdapat beberapa penginderaan jauh menurut para ahli, antara lain:

  1. Lillesand dan Kiefer

Penginderaan Jauh (remote sensing) adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena dengan jalan analisis data yang diperoleh melalui alat perekam (sensor) yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media perantaranya tanpa menyentuh objek tersebut.

  1. Lindgren

Penginderaan Jauh yaitu berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi. Informasi tersebut khusus berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi.

  1. Curran

Penginderaan Jauh (remote sensing) adalah penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat di interpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna.

  1. Everett dan Simonett

Penginderaan Jauh merupakan suatu ilmu karena di dalamnya terdapat suatu sistematika tertentu untuk dapat menganalisis suatu informasi mengenai permukaan bumi.

  1. American Society of Fotogrametry

Penginderaan Jauh adalah pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena dengan menggunakan alat perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak langsung atau bersinggungan dengan objek atau fenomena yang dikaji.

  1. Aronof

Penginderaan Jauh merupakan ilmu pengetahuan teknologi dan seni perolehan informasi objek dari suatu jarak jauh.

Manfaat Penginderaan Jauh

Berikut dibawah ini terdapat beberapa manfaat penginderaan jauh, antara lain:
  • Citra dapat dibuat secara cepat meskipun pada daerah yang sulit ditempuh melalui daratan, contohnya hutan, rawa dan pegunungan.
  • Citra menggambarkan obyek dipermukaan bumi dengan wujud dan letak objek mirip dengan sebenarnya, gambar relatif lengkap, liputan daerah yang luas dan sifat gambar yang permanen
  • Citra tertentu dapat memberikan gambar tiga dimensi jika dilihat dengan menggunakan stereoskop. Gambar tiga dimensi itu sangat menguntungkan karena menyajikan model obyek yang jelas, relief lebih jelas, memungkinkan pengukuran beda tinggi, pengukuran lereng dan pengukuran volume.
  • Citra dapat menggambarkan benda yang tidak tampak sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya. Sebagai contoh adalah terjadinya kebocoran pipa bawah tanah
  • Citra sebagai satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.

Komponen Penginderaan Jauh

Berikut dibawah ini terdapat beberapa komponen penginderaan jauh, antara lain:

  1. Sumber Tenaga

Sumber tenaga yang digunakan untuk penginderaan jauh diantaranya matahari, bulan, maupun cahaya buatan. Proses penginderaan Jauh dengan menggunakan sumber tenaga radiasi matahari pada siang hari disebut sistem pasif. sedangkan proses penginderaan jauh dengan menggunakan sumber tenaga buatan yang dilakukan pada malam hari disebut sistem aktif. Hal ini dikarenakan pada waktu penginderaan jauh pada malam hari diperlukan bantuan cahaya buatan yang diaktifkan oleh manusia.
Proses perekaman objek melalui pancaran tenaga buatan yang disebut tenaga pulsar harus berkecepatan tinggi karena pada saat pesawat bergerak tenaga pulsar yang dipantulkan oleh objek direkam alat sensor. Pantulan Pulsar yang tegak lurus menghasilkan tenaga yang besar sehingga rona yang terbentuk berwarna gelap. Adapun jika tenaga pantulan pulsar kecil, rona yang terbentuk akan cerah.

  1. Atmosfer

Atmosfer bersifat selektif terhadap panjang gelombang sehingga hanya sebagaian kecil tenaga elektromagnetik dari radiasi sinar matahari yang dapat mencapai permukaan bumi dan dimanfaatkan untuk penginderaan jauh. Bagian spektrum elektromagnetik yang mampu melalui atmosfer dan dapat mencapai permukaan bumi disebut jendela atmosfer (atmospheric window). gelombang elektromagnetik mengalami hambatan oleh atmosfer bumi. Hambatan ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya seperti debu, gas karbondioksida, uap air, dan ozon. Hamburan atmosfer adalah penyebaran arah radiasi sinar matahari oleh partikel-partikel di atmosfer. Ada 3 macam hamburan yang terjadi pada spektrum diantara nya sebagai berikut :
  • Hamburan Rayleight, terjadi apabila radiasi matahari berinteraksi dengan molekul dan partikel kecil atmosfer, yaitu 0,1 panjang gelombang. panjang gelombang sinar biru menyebabkan langit berwarna biru. jika tidak ada hamburan, langit akan berwarna hitam. Hamburan tersebut akan menyebabkan adanya kabut tipis yang mengganggu pemotretan dari tempat tinggi. Akan tetapi, kabut ini dapat dikurangi atau dihilangkan dengan memasang filter spektrum hamburan di depan lensa kamera jika pemotretan dilakukan pada ketinggian 15.000 kaki – 30.000 kaki.
  • Hamburan Mie, terjadi apabila kandungan atmosfer sama dengan panjang gelombang atau memiliki diameter 0,1-25 panjang gelombang. Hambatan ini terjadi pada ketinggian 15.000 kaki. Penyebab utama terjadinya hambatan ini adalah uap air atau debu.
  • Hambatan nonselektif, terjadi apabila gatis tengah partikel di atmosfer lebih panjang dari panjang gelombang yang diindera. misalnya air hujan dapat menyebabkan hamburan ini.
Selain ada hamburan ada juga yang disebut dengan serapan oleh atmosfer, yaitu merupakan gangguan terhadap tenaga elektromagnetik. serapan merupakan kendala utama bagi spektrum inframerah. penyebabnya adalah uap air, karbondioksida, dan ozon.

  1.  Interaksi Tenaga Dengan Objek

Objek adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam penginderaan jauh seperti atmosfer, biosfer, hidrosfer, dan litosfer. Interaksi antara tenaga atau radiasi dengan objek yang terdapat di permukaan bumi dapat dikelompokkan menjadi 3 bentuk, yaitu sebagai berikut :
  • Absorption (A), yaitu proses diserapnya tenaga oleh objek
  • Transmission (T), yaitu proses diteruskannya tenaga oleh objek
  • Reflection (R), yaitu proses dipantulkannya tenaga oleh objek
Interaksi antara tenaga atau energi dengan objek-objek di permukaan bumi akan menghasilkan pancaran sinyal dan pantulan yang bersifat sangat selektif. jika karakteristik objek di permukaan bumi bertekstur halus, permukaan objek akan bersifat seperti cermin sehingga hampir semua energi dipantulkan dengan arah yang sama atau disebut specular reflection. Adapun jika permukaan objek memiliki tekstur kasar, maka hampir semua tenaga dipantulkan ke berbagai arah atau disebut difuse reflection.

  1. Sensor dan Wahana

Terdiri atas:

  • Sensor

sensor adalah alat yang digunakan untuk melacak, mendeteksi, dan merekam suatu objek dalam daerah jangkauan tertentu. Tiap sensor memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian spektrum elektromagnetik. Kemampuan sensor untuk merekam gambar terkecil disebut resolusi spasial. semakin kecil objekyang dapat direkam oleh sensor, semakin baik kualitas sensor itu.

Ada 2 macam sensor dalam sistem penginderaan jauh, yaitu :
  • sensor aktif adalah sensor yang dilengkapi dengan alat pemancar dan alat penerima pantulan gelombang
  • sensor pasif adalah sensor yang hanya dilengkapi dengan alat penerima pantulan gelombang
Berdasarkan proses perekamannya, sensor dapat dibedakan atas 2 macam, yaitu :

  • Sensor Fotografik

proses perekaman ini berlangsung secara kimiawi. tenaga elektromagnetik diterima dan direkam pada emulsi film yang apabila diproses akan menghasilkan foto. apabila pemotretan dilakukan dari pesawat udara atau balon udara, fotonya disebut foto udara. Apabila pemotretan dilakukan dari antariksa, fotonya disebut foto orbital atau foto satelit.

  • Sensor Elektronik

sensor ini menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik. alat penerima dan perekamannya berupa pita magnetik atau detektor lainnya. sinyal elektrik yang direkam pada pita magnetik ini kemudian di proses menjadi data visual maupun data digital yang siap dikomputerkan. Pemrosesan agar menjadi citra dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
  1. Dengan memotret data yang direkam menggunakan pita megnetik yang diwujugkan secara visual pada layar monitor.
  2. Dengan memotret data menggunakan film perekam khusus. hasilnya berupa foto dengan film sebagai alat perekamnya, tapi film disini hanya berfungsi sebagai alat perekam saja, sehingga hasilnya disebut citra penginderaan jauh.

  • Wahana

Kendaraan yang membawa alat pemantau dinamakan wahana. Berdasarkan ketinggian peredaran atau tempat pemantauannya, wahana di angkasa dapat dikasifikasikan menjadi 3 kelompok :
  • Pesawat terbang rendah sampai medium (low to medium altitude aircraft), dengan ketinggian antara 1000 meter sampai 9000 meter dari permukaan bumi. Citra yang dihasilkan iala citra foto (Foto udara)
  • Pesawat terbang tinggi (High altitude aircraft), dengan ketinggian sekitar 18.000 meter dari permukaan bumi. citra yang dihasilkan yaitu foto udara dan multispectral scanners data.
  • Satelit, dengan ketinggian antara 400 km sampai 900 km dari permukaan bumi. Citra yang dihasilkan ialah citra satelit.

  1. Perolehan Data

Perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan interpretasi secara visual. dapat pula dengan cara numerik atau cara digital, yaitu dengan menggunakan komputer. Foto udara pada umumnya di interpretasi secara manual, sedangkan data hasil penginderaan jauh secara elektronik dapat diinterpretasikan secara manual maupun digital atau numerik.

  1. Pengguna Data

Pengguna data (perorangan, kelompok, badan, atau pemerintah) merupakan komponen paling penting dalam penginderaan jauh. Para penggunalah uang dapat menentukan diterima atau tidaknya hasil penginderaan jauh tersebut. Data penginderaan jauh dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Data penginderaan jauh yang memiliki kerincian dan keandalan sangat dibutuhkan oleh pengguna data. Data yang dihasilkan antara lain mencakup wilayah dan sumber daya alam suatu negara yang merupakan data yang sangat penting untuk kepentingan orang banyak.

Hasil Penginderaan Jauh

Proses penginderaan jauh memeberikan keluaran atau hasil yang disebut citra, yaitu gambaran yang tampak suatu objek yang sedang diamati sebagai hasil liputan atau rekaman oleh suatu alat pemantau. Citra dalam bahasa inggris dikenal dengan image atau imagery. Menurut Hornby, citra adalah gambaran yang terekam oleh kamera atau sensor lainnya. adapun menurut simonett, citra adalah gambar rekaman suatu objek (biasanya berupa gambaran pada foto) yang didapat dengan cara optik, elektroopik, optik-mekanik atau elektomagnetik.

1. Citra Foto

Citra Foto adalah gambaran suatu objek yang dibuat dari pesawat udara, dengan menggunakan kamera udara sebagai alat pemotret. hasilnya dikenal dengan istilah foto udara. Citra foto dapat dibedakan menjadi beberapa aspek diantaranya sebagai berikut:

a. Berdasarkan spektrum elektormagnetik yang digunakan


  1. Foto ultraviolet
Foto ultraviolet yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer. Cirinya tidak banyak informasi yang dapat disadap, tetapi untuk beberapa objek foto ini mudah pengenalannya karena tingkat kontrasnya yang besar. Foto ini sangat baik untuk mendeteksi tumpahan minyak dilaut,membedakan atap logam yang tidak dicat, jaringan jalan aspal, dan daerah batuan kapur.

  1. Foto ortokromatik
Foto ortokromatik yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari saluran biru hingga hijau (0,4 – 0,56) mikrometer. cirinya banyak objek yang tampak jelas. Foto ini bermanfaat untuk studi pantai karena filmnya peka terhadap objek dibawah permukaan air hingga kedalaman kurang lebih 20 meter. Foto ini juga sangat baik untuk survei vegetasi karena daun hijau tergambar dengan kontras

  1. Foto pankromatik
Foto pankromatik adalah foto yang menggunakan seluruh spektrum tampak mata mulai dari merah hingga ungu. kepekaan film hampir sama dengan kepekaan mata manusia. ada umumnya, digunakan film sebagai negatif dan kertas sebagai positifnya. wujudnya seperti pada foto, tetapi bersifat tembus cahaya. Foto pankromatik dibedakan menjadi 2 :

  • Foto pankromatik hitam putih
Ciri-cirinya : Rona pada objek serupa dengan warna pada objek aslinya, karena kepekaan film sama dengan kepekaan mata manusia, resolusi spasialnya halus, stabilitas dimensional tinggi, foto pankromatik hitam putih lebih lama dikembangkan sehingga orang telah terbiasa menggunakannya.

  • Foto pankromatik berwarna
Sifat-sifat foto ini hampir sama dengan foto pankromatik hitam putih. tetapi pengenalan objek pada foto ini lebih mudah karena warna serupa dengan warna asli objek yang direkam. Proses pembetukannya warna pada foto udara ini melalui proses aditif, yaitu warna biru, hijau, dan merah, seperti proses pembentukan warna pada televisi warna. Berbeda dengan aditif, Proses substraktif dilakukan dengan memadukan warna kuning, cyan, dan magenta.

  1. Foto Inframerah asli (true infrared photo)
Foto inframerah asli (true infrared photo) adalah foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah dekat hingga panjang gelombang 0,9 – 1,2 mikrometer yang dibuat secara khusus. Cirinya, dapat mencapai bagian dalam daun, sehingga rona pada foto inframerah tidak ditentukan oleh warna daun tetapi sifat jaringannya. Foto ini baik untuk mendeteksi berbagai jenis tanaman termasuk tanaman yang sehat atau yang sakit.

  1. Foto Inframerah Modifikasi
Foto inframerah modifikasi adalah foto yang dibuat dengan inframerah dekat dan sebagian spektrum tampak pada saluran merah dan sebagian saluran hijau. dalam foto ini, objek tidak segelap apabila kita menggunaka film inframerah sebenarnya, sehingga dapat dibedakan dengan air.
Foto inframerah mempunyai beberapa keunggulan antara lain,
  • Mempunyai sifat pantulan khusus bagi vegetasi
  • Daya tembusnya yang besar terhadap kabut tipis
  • Daya serap yang besar terhadap air
Kelemahan Foto inframerah antara lain,
  • adanya efek bayangan gelap karena saluran inframerah dekat tidak peka terhadap sinar baur dan sinar yang dipolarisasikan.
  • sifat tembusnya kecil terhadap air
  • kecepatan yang rendah dalam pemotretan

b. Berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi

Berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi citra foto dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
  1. foto vertikal atau foto tegak (orto photograph) yaitu foto yang dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.
  1. Foto condong atau miring (oblique photograph) yaitu foto dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi. sudut ini umumnya sebesar 10 derajat atau lebih besar, tetapi bila sudut condongnya masih berkisar antara 1-4 derajat, foto yang dihasilkan masih digolongkan sebagai foto vertikal. Foto condong dibedakan menjadi dua, sebagai berikut :
  • foto agak condong (low oblique photograph) yaitu apabila pada foto tidak tampak cakrawalanya.
  • Foto sanga condong (high oblique photograph) yaitu apabila cakrawala tergambar pada foto

c. Berdasarkan jenis kamera yang digunakan

  • foto tunggal, yaitu foto yang dibuat dengan kamera tunggal. tiap daerah liputan foto hanya tergambar satu lembar foto
  • foto jamak, yaitu beberapa foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan daerah liputan yang sama.
Foto jamak dibedakan menjadi 2 macam lagi :
  • foto multispektral yaitu beberapa foto untuk daerah yang sama dengan beberapa kamera atau satu kamera dengan beberapa lensa
  • foto dengan kamera ganda yaitu pemotretan di suatu daerah dengan menggunakan beberapa kamera dengan jenis film yang berbeda, misalnya pankromatik dan inframerah

 d. Berdasarkan warna yang digunakan

  • foto berwarna semu (false color) atau foto inframerah berwarna. pada foto ini warna objek tidak sama dengan warna foto. misal, pada foto suatu vegetasi berwarna merah sedangkan warna aslinya adalah hijau.
  • foto warna asli (true color) yaitu foto pankromatik berwarna. dalam foto berwarna lebih mudah penggunaanya karena foto yang tergambar mirip dengan objek aslinya.

e. Berdasarkan wahana yang digunakan

  1. foto udara, yaitu foto yang dibuat dari pesawat atau balon udara
  2. foto satelit atau foto orbital, yaitu foto yang dibuat dari satelit

f. Berdasarkan sudut liputan kamera

  • sudut kecil (narrow angle), panjang fokus 304,8. sudut liputan <60, jenis foto sudut kecil
  • sudut normal (normal angle), panjang fokus 209,5. sudut liputan 60-70 derajat, jenis foto sudut normal atau sudut standar
  • sudut lebar (wide angle) panjang fokus 152,4. sudut liputan 75-100 derajat, jenis foto sudut lebar
  • sudut sangat lebar (super wide angle) panjang fokus 88,8 sudut liputan >100 , jenis foto sudut sangat lebar

2. Citra Non Foto

citra non foto adalah gambaran yang dihasilkan dengan menggunakan sensor bukan kamera. citra non foto juga dapat dibedakan berdasarkan spektrum elektromagnetik, sumber sensor, dan wahana yang digunakan.

1) Berdasarkan spektrum elektromagnetik

  • Citra inframerah termal, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum inframerah termal
  • Citra radar dan citra gelombang mikro, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum gelombang mikro.

2) Berdasarkan sensor yang digunakan

  • Citra tunggal yaitu citra yang dapat dibuat dengan sensor tunggal

Unsur Interpretasi Citra

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengamati kenampakan objek dalam foto udara, yaitu:

  1. Rona dan Warna

Rona atau tone adalah tingkat kecerahan atau kegelapan suatu objek yang terdapat pada foto udara atau pada citra lainnya. Pada foto hitam putih rona yang ada biasanya adalah hitam, putih atau kelabu. Tingkat kecerahannya tergantung pada keadaan cuaca saat pengambilan objek, arah datangnya sinar matahari, waktu pengambilan gambar (pagi, siang atau sore) dan sebagainya.
Pada foto udara berwarna, rona sangat dipengaruhi oleh spektrum gelombang elektromagnetik yang digunakan, misalnya menggunakan spektrum ultra violet, spektrum tampak, spektrum infra merah dan sebagainya. Perbedaan penggunaan spektrum gelombang tersebut mengakibatkan rona yang berbeda-beda. Selain itu karakter pemantulan objek terhadap spektrum gelombang yang digunakan juga mempengaruhi warna dan rona pada foto udara berwarna.

  1. Bentuk

Bentuk-bentuk atau gambar yang terdapat pada foto udara merupakan konfigurasi atau kerangka suatu objek. Bentuk merupakan ciri yang jelas, sehingga banyak objek yang dapat dikenali hanya berdasarkan bentuknya saja. Contoh:
1) Gedung sekolah pada umumnya berbentuk huruf I, L, U atau empat persegi panjang.
2) Gunung api, biasanya berbentuk kerucut.

  1. Ukuran

Ukuran merupakan ciri objek yang antara lain berupa jarak, luas, tinggi lereng dan volume. Ukuran objek pada citra berupa skala, karena itu dalam memanfaatkan ukuran sebagai interpretasi citra, harus selalu diingat skalanya.
Contoh: Lapangan olah raga sepakbola dicirikan oleh bentuk (segi empat) dan ukuran yang tetap, yakni sekitar (80 m – 100 m).

  1. Tekstur

Tekstur adalah frekwensi perubahan rona pada citra. Ada juga yang mengatakan bahwa tekstur adalah pengulangan pada rona kelompok objek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual. Tekstur dinyatakan dengan: kasar, halus, dan sedang Misalnya: Hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang dan semak bertekstur halus, Pabrik dapat dikenali dengan bentuknya yang serba lurus dan ukurannya yang besar, jauh lebih besar dari ukuran rumah mukim pada umumnya. Pabrik itu berasosiasi dengan lori yang tampak pada foto dengan bentuk empat persegi panjang dan ronanya kelabu, mengelompok dalam jumlah besar .

  1. Pola

Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai bagi banyak objek bentukan manusia dan bagi beberapa objek alamiah. Contoh: Pola aliran sungai menandai struktur geologis. Pola aliran trelis menandai struktur lipatan. Permukiman transmigrasi dikenali dengan pola yang teratur, yaitu ukuran rumah dan jaraknya seragam, dan selalu menghadap ke jalan. Kebun karet, kebun kelapa, kebun kopi mudah dibedakan dari hutan atau vegetasi lainnya dengan polanya yang teratur, yaitu dari pola serta jarak tanamnya.

  1. Bayangan

Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap. Meskipun demikian, bayangan juga dapat merupakan kunci pengenalan yang penting bagi beberapa objek yang justru dengan adanya bayangan menjadi lebih jelas.
Contoh: Lereng terjal tampak lebih jelas dengan adanya bayangan, begitu juga cerobong asap dan menara, tampak lebih jelas dengan adanya bayangan.
Foto-foto yang sangat condong biasanya memperlihatkan bayangan objek yang tergambar dengan jelas, sedangkan pada foto tegak hal ini tidak terlalu mencolok, terutama jika pengambilan gambarnya dilakukan pada tengah hari.

  1. Situs

Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Misalnya permukiman pada umumnya memanjang pada pinggir beting pantai, tanggul alam atau sepanjang tepi jalan. Juga persawahan, banyak terdapat di daerah dataran rendah, dan sebagainya.

  1. Asosiasi

Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya. Contoh: Stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan kereta api yang jumlahnya lebih dari satu (bercabang).

  1. Konvergensi Bukti

Konvergensi bukti ialah penggunaan beberapa unsur interpretasi citra sehingga lingkupnya menjadi semakin menyempit ke arah satu kesimpulan tertentu.
Contoh: Tumbuhan dengan tajuk seperti bintang pada citra, menunjukkan pohon palem. Bila ditambah unsur interpretasi lain, seperti situsnya di tanah becek dan berair payau, maka tumbuhan palma tersebut adalah sagu.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts

Comments

Post a Comment