Inilah Pengertian Jari-Jari Atom, Sejarah Jari-Jari Atom, Jenis dan Cara Mengukur Jari-Jari Atom

Post a Comment
Pengertian Jari-Jari Atom
Jari-Jari Atom yakni sebuah jarak antara elektron terluar dengan inti atom. Jari-jari atom menampakkan ukuran suatu atom. Satuan yang lazim digunakan untuk jari-jari atom yakni angstrom (Å) yang mana 1Å sama dengan 10−10 meter. Jari-jari atom yakni salah satu sifat periodisitas faktor. Kecenderungannya yakni nilainya menurun dalam tabel periodik dari kiri ke kanan dan meningkat dari atas ke bawah.

Sejarah Jari-Jari Atom
Pada 1920, ditemukan metode menghitung ukuran atom dengan menggunakan kristalografi sinar X, yang hasilnya ditemukan bahwa semua atom dari unsur yang sama memiliki jari-jari yang sama. Namun, pada tahun 1923, ketika data kristal lebih banyak didapat, ditemukan bahwa jari-jari atom tidak selalu sama pada atom yang sama dalam struktur kristal yang berbeda.

Jenis-Jenis Jari-Jari Atom
Dibawah ini terdapat beberapa jenis-jenis jari-jari atom, antara lain:

1 Jari-Jari Kovalen

Jari-jari kovalen adalah jari-jari atom yang memiliki jenis elemen ikatan kovalen. Umumnya terdiri dari unsur bukan logam. Jarak yang dapat diukur menggunakan jari-jari kovalen adalah setengah jarak antara dua inti atom yang saling berdekatan dalam kristal.

2 Jari-Jari Logam

Jari-jari logam adalah jari-jari atom yang digunakan untuk mengukur jari-jari beberapa elemen yang termasuk dalam unsur logam. Jari-jari logam merupakan setengah jarak antar inti atom terdekat pada kristal logam.

3. Jari-Jari van der Waals

Jari-jari van der Waals adalah jari-jari atom yang digunakan untuk inti atom unsur yang tidak saling mengikat. Contohnya adalah pada gas mulia salah satunya helium.

Kecenderungan Jari-Jari Atom dalam Tabel Periodik

Pola kecenderungan jari-jari atom tergantung dari jenis jari-jari atom mana yang ingin kita ukur – tapi pada prinsipnya pola seluruhnya sama.

Diagram-diagram di bawah ini menunjukkan jari-jari logam untuk elemen-elemen logam, jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang membentuk ikatan kovalen dan jari-jari van der Waals untuk elemen-elemen yang tidak membentuk ikatan (misalnya unsur gas mulia).

Kecenderungan jari-jari atom pada suatu golongan

Kita dapat segera memperkirakan bahwa jari-jari atom pada golongan yang sama akan semakin besar jika letak atom itu pada tabel periodik semakin di bawah. Alasannya cukup kuat – karena kulit elektron semakin bertambah.

Kecenderungan jari-jari atom menyusur satu periode
Kita perlu mengabaikan jari-jari gas mulia pada setiap periode. Karena neon dan argon tidak membentuk ikatan, kita hanya dapat mengukur jari-jari van der Waals – di mana ikatannya sangatlah lemah. Seluruh atom-atom lainnya jari-jari atom diukur berdasarkan jarak yang lebih kecil dikarenakan oleh kuatnya ikatan yang terbentuk. Kita tidak dapat membandingkan “suatu sifat yang sama” jika kita mengikutsertakan gas mulia.

Kecenderungan jari-jari atom pada satu periode

Dari litium ke flor, elektron seluruhnya berada pada level dua, yang dihalangi oleh elektron pada 1s2. Peningkatan jumlah proton pada nukleus seiring dengan menyusurnya periode akan menarik elektron-elektron lebih kuat. Kecenderungan pada energi ionisasi yang naik turun tidak kita temui pada radius atom.

Pada periode dari Natrium ke Klor, kita juga akan menemukan kecenderungan yang sama. Besar atom dikontrol oleh elektron-elektron pada tingkat ke 3 yang tertarik semakin dekat ke nukleus seiring dengan meningkatnya jumlah proton.

Kecenderugan pada elemen-elemen transisi
Walaupun pada awal dari elemen-elemen transisi, jari-jari atom sedikit mengecil, besar jari-jari atom hampir seluruhnya sama.

Dalam hal ini, besar dari jari-jari atom ditentukan oleh elektron-elektron 4s. Penarikan karena naiknya jumlah proton pada nukleus berkurang karena adanya penghalang tambahan yaitu bertambahnya elektron-elektron pada orbital 3d.

Memang hal ini agak sedikit membingungkan. Kita telah mempelajari bahwa orbital-orbital 4s memiliki tingkat energi lebih tinggi daripada 3d – di mana kebalikannya elektron akan menempati 4s sebelum 3d. Artinya, elektron-elektron 4s dapat kita simpulkan berada pada luar atom dan menentukan besarnya atom. Hal ini juga berarti orbital 3d berada lebih dekat dengan nukleus daripada 4s dan berperan sebagai penghalang.

Faktor yang Mempengaruhi Panjang Jari-Jari Atom
Dibawah ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi panjang jari-jari atom, antara lain:

1. Jumlah kulit atom

Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki suatu atom, maka otomatis jari-jari atomnya juga makin panjang. Jari-jari atom Natrium lebih panjang daripada jari-jari atom Litium, karena jumlah kulit yang dimiliki atom Natrium lebih banyak daripada atom Litium.

2. Muatan inti atom

Bila jumlah kulit dari dua atom sama banyak, maka yang berpengaruh terhadap panjangnya jari-jari atom adalah muatan inti atom. Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom. Dalam tabel periodik bisa diamati bahwa:

Jari-jari atom dalam satu periode dari kiri kekanan makin pendek, sedangkan jari-jari atom unsur segolongan dari atas kebawah makin panjang. Hal ini dapat dijelaskan bahwa kecenderungan tersebut diakibatkan oleh adanya gaya tarik inti terhadap elekltron dan jumlah kulit elektron.
Dalam satu periode dari kiri ke kanan muatan inti makin bertambah, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap, akibatnya gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin kuat sehingga menyebabkan jarak elektron kulit terluar dengan inti makin dekat.
Dalam satu golongan makin kebawah jumlah kulit makin banyak meskipun dalam hal ini jumlah muatan inti makin banyak, tetapi pengaruh bertambahnya jumlah kulit lebih besar daripada pengaruh muatan inti, akibatnya jarak elektron kulit terluar terhadap inti makin jauh.


Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter